Alasan Mengapa Pecandu Judi Agen Togel Online Kesulitan untuk Berhenti

Alasan Mengapa Pecandu Judi Togel Online Kesulitan untuk Berhenti
Alasan Mengapa Pecandu Judi Agen Togel Online Kesulitan untuk Berhenti

Agen judi Online – Alasan Mengapa Pecandu Judi Agen Togel Online Kesulitan untuk Berhenti – Ketika berbicara tentang kegiatan judi online, mungkin yang akan terlintas di pikiran Anda adalah tentang “menang banyak uang”. Faktanya, judi bukan melulu tentang ambisi untuk adu keberuntungan dan mendapat banyak uang secara instan. Itulah mengapa para pecandu judi tidak berniat berhenti meskipun gagal dan rugi berkali-kali.

Ya, tentu saja, di dunia ini tidak ada seorang pun yang ingin kalah. Dalam hal apa saja, tidak ada yang rela kalah dari orang lain, begitu pula para pecandu judi agen togel online. Tetapi ketika mereka sudah menang, hasrat untuk berjudi pun masih ada, bahkan mungkin lebih. Jika Anda bertanya, “Mengapa demikian?” maka jawabannya adalah karena pecandu judi memang sangat teramat mencintai hobinya.

Alasan Mengapa Pecandu Judi Agen Togel Online Kesulitan untuk Berhenti

Satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan adalah para penjudi tidak berjudi untuk menang. Mereka memiliki berbagai motivasi dan dorongan untuk terus berjudi, bukan melulu tentang menang banyak uang. Hal ini yang membuat semakin hari semakin banyak bisa anda temui bandar togel terpercaya.

Meskipun faktor uang memang menjadi motivasi utama bagi para pecandu judi togel singapore, togel hongkong, togel sydney, akan tapi faktor uang tidak akan cukup kuat untuk membuat seseorang menjadi candu akan perjudian. Motivasi seorang pecandu judi juga datang dari hal lain yang mungkin akan sulit dikendalikan. Pecandu terus berjudi karena mereka menganggap judi membuat mereka bahagia.

 Mencari Kebahagiaan dari Judi

Orang-orang yang menikmati kegiatan berjudi dan pada akhirnya menjadi pecandu adalah orang-orang yang berpikir bahwa judi dapat memberikan kebahagiaan dalam hidup mereka. Dengan berjudi, mereka merasa lebih “hidup” dan lebih bahagia terlepas dari berbagai risiko fatal dari berjudi.

Pecandu judi tidak ada bedanya dengan pecandu alkohol, narkotika atau rokok. Mereka tetap akan melakukan kesalahan yang sama, bahkan ketika mereka tahu bahwa apa yang mereka lakukan akan merusak tubuh mereka, menghancurkan kehidupan mereka, dsb. Singkat kata, mereka mencintai apa yang mereka lakukan tersebut dan akan melakukan segala cara untuk mendapatkan kebahagiaan dari hal tersebut.

Pecandu judi akan terus berjudi meskipun tahu bahwa mereka bisa rugi besar jika mereka kalah. Sama seperti seorang yang mencintai olahraga ekstrem, hiking atau panjat tebing misalnya. Mereka tahu risiko besar ketika mereka memanjat tebing, seperti kemungkinan jatuh dan cedera. Tapi, mereka tetap melakukannya, bukan? Mengapa? Karena mereka menyukai olahraga itu.

Seorang ilmuan saraf bernama Robb Rutledge dari University College London, Inggris pernah melakukan sebuah penelitian tentang peluang dan perjudian. Robb Rutledge melibatkan 26 orang untuk melakukan penelitian. Robb Rutledge memindai otak 26 subjek selama percobaan dan meminta para subjek penelitian untuk membuat beberapa pilihan dan mengukur tingkat kebahagiaan yang mereka rasakan. Sementara itu, percobaan lain juga dilakukan melalui sebuah aplikasi bernama The Great Brain Experiment yang diikuti sekitar 18.000 peserta.

Setelah percobaan berakhir, Robb Rutledge menemukan sebuah fakta yang cukup menarik yaitu ketika para subjek penelitian kehilangan banyak peluang (dalam hal ini dapat dikaitkan dengan para pecandu yang kalah judi dan kehilangan banyak uang), mereka akan jauh lebih bahagia jika nantinya mereka berhasil memenangkan sesuatu (dalam hal ini : judi).

Mesin judi didesain untuk membuat orang terus berjudi

Berbagai mesin judi memiliki fitur atau fasilitas tertentu yang sebenarnya sangat mempengaruhi pikiran orang-orang yang menggunakannya. Hal ini tidak jauh berbeda dari fitur-fitur yang terdapat pada sebuah game yang membuat orang kecanduan bermain game.

Sebagai contoh, terdapat elemen suara pada mesin judi atau kasino yang memicu orang untuk terus bermain. Ketika mendengarkan suara seperti, “Anda kalah!” “Anda payah.” “Anda dipecat”, dsb., orang akan cenderung tergiur untuk main lagi dan menghilangkan suara itu. Salah satu contoh lain yang mungkin tidak disadari oleh para pecandu judi adalah banyaknya elemen warna merah dan warna-warna mencolok lainnya pada kasino yang memang sengaja didesain untuk membuat para pecandu lebih bergairah.

Fakta Tentang Perjudian

Masih penasaran dengan fakta-fakta lain seputar judi? Berikut beberapa fakta tentang judi yang mungkin belum pernah kamu baca sebelumnya :

  • Kecanduan judi tidak serta merta disebabkan oleh perjudian yang terjangkau, melainkan disebabkan oleh ketidakmampuan seseorang untuk mengendalikan kecanduan. Mungkin di luar sana masih ada beberapa orang menyalahkan jenis perjudian tertentu, seperti lotere, kasino, sepak bola, atau bahkan arena pacuan kuda. Faktanya, jenis judi apa pun tidak berpengaruh pada kecanduan judi.
  • Perjudian sangat mudah diakses, terutama di zaman sekarang ketika orang-orang memiliki gadget yang memadai dan memiliki akses internet yang mudah. Orang dapat mudah berjudi di mana saja, kapan saja. Bahkan diperkirakan sekitar 80% orang Amerika pernah berjudi, meskipun hanya sekali.
  • Pecandu judi lebih cenderung memiliki gangguan mental atau kecanduan narkotika. Bahkan sebuah penelitian tentang pecandu judi menunjukkan bahwa terdapat sekitar 75% pecandu judi yang juga kecanduan alkohol. Kemudian 38% di antaranya kecanduan narkoba, lalu 60% di antaranya adalah perokok berat. Pada penelitian lain ditemukan bahwa 50% pecandu judi mengalami moodswing, 41,3% mengalami gangguan kecemasan dan 60,8% mengalami gangguan kepribadian.
  • Pria memiliki peluang yang lebih besar untuk kecanduan judi daripada wanita.
  • Kecanduan judi tidak ada hubungannya dengan kelas sosial dan latar belakang pendidikan. Banyak di antara pecandu yang merupakan sosok terpandang, dengan latar belakang pendidikan dan pekerjaan yang bagus. Kecanduan judi bisa menimpa siapa saja tanpa terkecuali.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *